Recent Post

Minggu, 02 Februari 2014

PENERAPAN METODE DRILL BERBASIS PRAKTEK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MENGGAMBAR HEWAN PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS V SD NEGERI 1 DALEMAN, TULUNG, KLATEN TAHUN AJARAN 2011/2012

ABSTRAK 

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menggambar hewan pada mata pelajaran seni budaya kelas V SD Negeri 1 Daleman, Tulung, Klaten tahun ajaran 2011/ 2012 Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Daleman, Tulung, Klaten. Subjek penelitian adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 29. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mekanisme kerjanya diwujudkan dalam dua siklus dan masing-masing siklus mencakup empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik dokumentasi, dan teknik tes tertulis untuk aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif dalam bentuk lembar observasi. Teknik yang digunakan untuk validitas data adalah triangulasi dan review informan. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskripsi komparatif dan teknik analisis kritis. Peningkatan prestasi belajar siswa baik aspek afektif, kognitif maupun psikomotor dalam materi menggambar hewan pada mata pelajaran seni budaya dengan menggunakan metode drill berbasis praktek sebagai berikut: 1) Capaian aspek afektif pada observasi awal 41,37%, menjadi 68,96% pada siklus I dan meningkat menjadi 75,86% pada siklus II. 2) Capaian aspek kognitif pada observasi awal 44,82%, menjadi 65,52% pada siklus I dan meningkat menjadi 75,86% pada siklus II. 3) Capaian aspek psikomotor pada observasi awal 37,93%, menjadi 62,07% pada siklus I dan meningkat menjadi 79,31% pada siklus II. 4) Rata-rata kelas pada observasi awal 65,31 menjadi 69,47 pada siklus I dan meningkat menjadi 75,11 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode drill berbasis praktek dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menggambar hewan pada mata pelajaran seni budaya kelas V SD Negeri 1 Daleman, Tulung, Klaten tahun ajaran 2011/2012. Kata kunci: Metode drill, prestasi belajar, menggambar hewan

Kode : PSR-01

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DRILL (LATIHAN) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGAMBAR BENTUK BENDA ALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA SISWA KELAS VII D SMP

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menggambar bentuk benda alam siswa kelas VII D di SMP N II Cawas, Klaten tahun pelajaran 2011/2012 melalui penerapan metode pembelajaran drill (latihan). Penelitian ini dilaksanakan di SMP N II Cawas, Klaten. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP N II Cawas, Klaten yang berjumlah 21 siswa. Prosedur penelitian tindakan kelas ini mencakup tiga pokok kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Adapun pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, mekanisme kerjanya diwujudkan dalam 2 siklus. Model penelitian tindakan kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada model penelitian Kemmis dan Taggart, yang menggunakan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi, dan perencanaan kembali. 

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga teknik yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk validitas data adalah triangulasi dan review informan. Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Penerapan metode pembelajaran drill (latihan) dapat meningkatkan kemampuan menggambar siswa selama mengikuti pembelajaran gambar bentuk. Pada siklus I peningkatan dalam aspek proporsi gambar siswa 57,14 %, pada siklus II meningkat menjadi 80.95 %. Adapun pada aspek komposisi gambar siswa pada siklus I 57.14 %, pada siklus II meningkat menjadi 76.19 %. Aspek gelap terang gambar siswa siklus I 61.90 %, pada siklus II meningkat menjadi 76,19 %. Sedangkan aspek bentuk gambar siswa pada siklus I 61.90 %, pada siklus II meningkat menjadi 85.71 %. (2) Penerapan metode pembelajaran drill (latihan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP N II Cawas, Klaten tahun ajaran 2011/2012 pada mata pelajaran seni budaya pokok bahasan menggambar bentuk benda alam. Adapun peningkatan tersebut adalah siklus I hasil belajar gambar bentuk siswa meningkat sebanyak 28.57%, pada siklus II meningkat menjadi 57.14%. Kata kunci: Metode drill, kemampuan, menggambar bentuk

Kode : PSR-02

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KEMAMPUAN PROSES PADA MATERI SENI BATIK MATA PELAJARAN SENI BUDAYA, SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 PRACIMANTORO TAHUN AJARAN 2010/2011

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan proses pada materi seni batik mata pelajaran seni budaya, siswa kelas VIII A SMP N Negeri 2 Pracimantoro tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis STAD ( Student Team Achievement Division ) dalam mata pelajaran Seni Budaya, Standar kompetensi mengekspresikan diri melalui karya seni rupa, dengan kompetensi dasar membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik dan corak seni rupa terapan Nusantara. Materi yang diajarkan adalah Batik khususnya batik tulis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2010, dengan dua siklus dan masing-masing siklus mencakup empat kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi, teknik wawancara, dan teknik tes tertulis untuk aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif dalam bentuk lembar observasi. Peningkatan kemampuan siswa baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotor dalam pembelajaran seni budaya materi seni batik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis STAD (Student Team Achievement Division) sebagai berikut 1) Capaian pada aspek afektif pada observasi awal 32,2%, menjadi 54,8% pada siklus I dan meningkat menjadi 77,4% pada siklus II. 2) Capaian pada aspek kognitif pada observasi awal 35,4%, menjadi 58,1% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,7 % pada siklus II. 3) Capaian pada aspek psikomotor pada observasi awal 29%, menjadi 70,9 % pada siklus I dan meningkat menjadi 83,3% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis STAD ( Student Team Achievement Division ) dapat meningkatkan meningkatkan pemahaman dan kemampuan proses pada materi seni batik mata pelajaran seni budaya, siswa kelas VII A SMP N Negeri 2 Pracimantoro tahun ajaran 2010/2011.

Kode : PSR-03

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR STATIKA SISWA KELAS X TGB PROGRAM KEAHLIAN BANGUNAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009/2010

ABSTRAK 

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mengetahui efektivitas pengimplementasian model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X Program Keahlian Bangunan TGB di SMK N 2 Surakarta pada mata pelajaran statika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada didalam kelas, perencanaan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, analisis dan refleksi untuk tindakan pada siklus II. 

Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2009 / 2010. data diperoleh melalui observasi kognitif, afektif dan psikomotor siswa, wawancara, observasi siswa, tes kognitif siklus I dan tes kognitif siklus II. Teknik analisa data menggunakan teknik analisis interaktif. Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua tindakan, tindakan pertama prosentase hasil belajar kognitif adalah 69,33%, dan tindakan kedua 75,92%,Untuk hasil afektif dan psikomotorik keberanian bertanya siklus I (62,67%) dan siklus II (79%), motivasi siklus I (66,33%) dan siklus II (84,33%), interaksi dalam kelompok siklus I (67,33%) dan siklus II (78%), hubungan siswa dengan guru saat pembelajaran siklus I (68,67%) dan siklus II (82,33%), partisipasi siswa siklus I (69,33%) dan siklus II (83%), penguasaan materi oleh siswa siklus I (64,33%) dan siklus II (83,67%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan efektivitas pada aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TGB Program Keahlian Bangunan SMK N 2 Surakarta dalam mata pelajaran statika. 

Kata kunci : Jigsaw, hasil belajar, efektifitas pada aktivitas   

Kode : PTS-01

Sabtu, 01 Februari 2014

EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan layanan bimbingan kelompok dengan metode diskusi untuk meningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment dengan jenis rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian ini adalah siswa anggota populasi yang berjumlah 30 orang sebagai subjek penelitian. Teknik sampling penelitian ini adalah pemilihan sample bertujuan (purposive sampling). Sumber data berasal dari data primer, dengan menggunakan instrument pengumpul data yakni angket motivasi belajar matematika. Analisis data menggunakan teknik analisis statistik Paired Sample t test dengan memanfaatkan aplikasi SPSS 16.0. Dari hasil pegujian diperoleh nilai t hitung > t tabel, yaitu 15.528 > 1.699 yang berarti signifikan. Jadi Ho ditolak dan Ha diterima sehingga hipotesa yang menyatakan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan metode diskusi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar matematika, diterima kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest motivasi belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok dengan metode diskusi. Simpulan penelitian ini adalah bahwa layanan bimbingan kelompok dengan metode diskusi mampu meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.

INGIN MEMILKI SKRIPSI INI?
KLIK DIBAWAH INI

PESAN

KODE : PBK-01